Kesehatan

Menari Selama Lima Menit Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Kreativitas, Simak Manfaat Lainnya

Aktivitas menari selama lima menit ternyata dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan mental dan fisik, termasuk peningkatan konsentrasi, suasana hati, dan kreativitas.

L
Luthfi Zaki Maulana
21 July 2026 63 pembaca
Menari Selama Lima Menit Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Kreativitas, Simak Manfaat Lainnya
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Menari selama lima menit mungkin terdengar singkat, namun aktivitas ini memiliki potensi untuk meningkatkan fokus, suasana hati, dan kreativitas, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan otak dan fisik. Tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di lantai dansa untuk merasakan manfaat tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, aktivitas menari dalam waktu singkat dapat menjadi jeda yang bermanfaat di tengah kesibukan sehari-hari.

Sejumlah ahli mengungkapkan bahwa menari menawarkan kombinasi manfaat fisik, kognitif, dan sosial yang membedakannya dari beberapa jenis olahraga lainnya. Psikolog tari dan mantan penari profesional, Peter Lovatt, menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk bergerak dan merespons ritme, yang dapat terlihat sejak masa bayi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir sudah dapat mengantisipasi pola ritme.

Menari Meningkatkan Kebugaran dan Suasana Hati

Julia Christensen, seorang ahli saraf dan mantan penari balet profesional dari Max Planck Institute for Empirical Aesthetics di Jerman, menjelaskan bahwa menari menggabungkan beberapa aspek penting untuk kesehatan dan kesejahteraan. "Menari mampu menyatukan tiga aspek yang sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan kita yang tidak selalu muncul bersamaan dalam aktivitas lain," ungkap Christensen. Ketiga aspek tersebut terdiri dari olahraga aerobik, interaksi sosial, dan kebebasan mengekspresikan diri melalui musik. Menari bersama orang lain juga dapat memberikan manfaat tambahan, di mana tubuh dapat melepaskan endorfin dan hormon yang berperan dalam membangun ikatan sosial.

Menari Selama Lima Menit Dapat Meningkatkan Fokus

Menari selama lima menit tidak hanya membuat tubuh bergerak, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, suasana hati, dan kesehatan otak. Aktivitas ini melibatkan berbagai bagian tubuh serta otak, terutama saat mengikuti gerakan atau menghafal koreografi. Bahkan, penelitian yang melibatkan anak-anak sekolah menunjukkan bahwa lima menit menari secara kelompok yang dilakukan secara sinkron dapat meningkatkan fokus mereka saat mengerjakan tugas matematika. Anak-anak dalam penelitian tersebut juga lebih menikmati aktivitas menari dibandingkan dengan beberapa bentuk latihan aerobik lainnya. Vassilios Panoutsakopoulos, profesor madya di laboratorium biomekanika Aristotle University of Thessaloniki, Yunani, yang terlibat dalam penelitian tersebut, menyatakan bahwa jeda aktivitas singkat dapat membantu menjaga konsentrasi dan produktivitas. Ia menambahkan bahwa jeda tersebut penting karena kelelahan dapat terus menumpuk jika seseorang beraktivitas terlalu lama tanpa bergerak.

Menari juga dapat merangsang kreativitas. Christensen mengaitkan manfaat ini dengan apa yang disebut sebagai efek inkubasi. Saat melakukan aktivitas lain seperti menari, otak dapat mengaktifkan bagian-bagian yang diperlukan untuk menemukan solusi terhadap suatu masalah. Gerakan tari improvisasi juga berhubungan dengan kemampuan berpikir divergen, yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai ide baru dalam menghadapi tantangan. "Hal itu dapat membantu kita keluar dari pola pikir yang sudah terbentuk," jelas Christensen. Dengan demikian, menari bisa menjadi cara untuk memberikan jeda pada pikiran dan membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Manfaat Menari untuk Keseimbangan dan Kesehatan Otak

Selain manfaat kognitif, menari juga berkontribusi dalam memperkuat tubuh, meningkatkan keseimbangan, dan menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan fisik. Manfaat ini menjadi salah satu alasan mengapa tari digunakan dalam terapi bagi pasien penyakit Parkinson. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi tari selama 18 bulan dapat meningkatkan keseimbangan dan memperbesar hipokampus, bagian otak yang penting untuk memori, pembelajaran, dan navigasi spasial. Lovatt menyatakan, salah satu hambatan yang membuat orang enggan menari adalah rasa tidak percaya diri atau kekhawatiran terlihat canggung. "Kita perlu meyakinkan orang bahwa setiap tubuh adalah tubuh yang bisa menari," kata Lovatt. Untuk memulainya, Christensen menyarankan untuk memilih musik yang disukai dan mengikuti gerakan tari sesuai kemampuan.

Bagi mereka yang ingin merasakan manfaat sosial, mengikuti kelas tari pemula atau kelas olahraga berbasis tari bisa menjadi pilihan menarik. Dengan hanya lima menit, menari dapat menjadi jeda singkat dari rutinitas sekaligus cara sederhana untuk membuat tubuh lebih aktif, menjaga fokus, dan memberi ruang bagi otak untuk berfungsi lebih kreatif.

Artikel Terkait