Konsumsi telur secara teratur ternyata tidak hanya memberikan manfaat sebagai sumber protein, tetapi juga berpotensi menjaga kesehatan otak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang lanjut usia yang mengonsumsi telur secara rutin memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami penyakit Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsinya. Penelitian yang dilakukan oleh Loma Linda University di California melibatkan 39.498 partisipan berusia 65 tahun ke atas yang diikuti selama lebih dari 15 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang, sekitar lima butir per minggu, berkaitan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 27 persen.
Namun, para peneliti menekankan bahwa telur bukan satu-satunya cara untuk mencegah penyakit tersebut, melainkan bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
Konsumsi Telur dan Risiko Alzheimer
Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis berbagai tingkat konsumsi telur dan hubungannya dengan kejadian penyakit Alzheimer. Semua jenis olahan telur dihitung, mulai dari telur rebus, dadar, orak-arik, goreng, hingga telur yang digunakan dalam kue atau makanan lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi sekitar lima butir telur setiap minggu memiliki angka kejadian Alzheimer paling rendah. “Temuan ini menunjukkan adanya potensi manfaat perlindungan saraf dari nutrisi yang terdapat dalam telur jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang,” tulis para peneliti.
Kandungan Nutrisi dalam Telur
Ahli gizi terdaftar Vandana Sheth menjelaskan bahwa manfaat telur bagi kesehatan otak kemungkinan berasal dari berbagai nutrisi yang terkandung di dalam kuning telur. "Hal yang paling menarik dari penelitian ini adalah telur mungkin menawarkan manfaat lebih dari sekadar sumber protein yang praktis, terutama untuk mendukung proses penuaan yang sehat," ujar Sheth. Ia menambahkan bahwa kuning telur mengandung kolin, nutrisi yang membantu tubuh memproduksi asetilkolin, neurotransmiter yang berperan penting dalam proses mengingat dan belajar. Selain kolin, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang dikenal baik untuk kesehatan mata. "Lutein dan zeaxanthin juga diduga berperan dalam menjaga kesehatan otak dengan membantu tubuh melawan stres oksidatif, salah satu proses yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif akibat penuaan," jelas Sheth.
Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, Sheth mengingatkan bahwa penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. "Penelitian ini tidak membuktikan bahwa telur dapat mencegah Alzheimer, tetapi menunjukkan bahwa telur mungkin menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak,” tambahnya. Oleh karena itu, konsumsi telur sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta pengelolaan faktor risiko lain seperti tekanan darah, diabetes, dan kolesterol.
Selain berpotensi mendukung kesehatan otak, telur juga merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang relatif terjangkau. Menurut Sheth, telur mengandung vitamin B12, selenium, yodium, dan berbagai nutrisi lain yang membantu menjaga massa otot, metabolisme, sistem imun, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. "Bagi banyak orang, terutama lansia, telur merupakan cara yang mudah, terjangkau, dan bergizi untuk meningkatkan kualitas makanan sehari-hari," tuturnya. Dengan berbagai kandungan gizinya, telur dapat menjadi salah satu pilihan menu sehat yang mendukung penuaan sehat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.