Kesehatan

Kesalahan yang Harus Dihindari Orangtua Agar Hubungan dengan Anak Laki-laki Tetap Dekat

Pola asuh yang tepat sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara orangtua dan anak laki-laki. Beberapa kesalahan dalam mendidik dapat menjauhkan kedekatan ini dan memengaruhi perkembangan emosio...

M
Mikayla Rahmadani
07 July 2026 71 pembaca
Kesalahan yang Harus Dihindari Orangtua Agar Hubungan dengan Anak Laki-laki Tetap Dekat
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Hubungan yang erat antara orangtua dan anak laki-laki tidak terbentuk secara otomatis. Pola asuh yang diterapkan sejak dini memiliki peranan penting dalam membentuk kemampuan anak dalam mengelola emosi, berinteraksi sosial, dan menjadi individu yang bertanggung jawab di masa depan. Psikoterapis Nicole Runyon dan terapis keluarga Dr. Anna Elton mengidentifikasi beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari oleh orangtua saat mendidik anak laki-laki.

Kesalahan Umum dalam Mendidik Anak Laki-laki

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mempermalukan anak ketika mereka menunjukkan emosi. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa anak laki-laki tidak seharusnya menangis atau menunjukkan kesedihan. Kalimat seperti "anak laki-laki harus kuat" justru membuat mereka terbiasa menahan emosi. Dr. Elton menjelaskan, "Ketika anak laki-laki dipermalukan karena menunjukkan kerentanan, mereka akan belajar menyembunyikannya." Kemampuan untuk mengenali dan mengekspresikan emosi adalah keterampilan penting yang harus dilatih sejak kecil agar anak tidak melampiaskan perasaannya melalui kemarahan atau perilaku agresif.

Selain itu, orangtua juga perlu aktif mendampingi anak dalam penggunaan media sosial. Jika tidak, konten yang didapat dari influencer dapat memengaruhi cara pandang anak tentang maskulinitas dan hubungan dengan orang lain. Runyon menegaskan, "Kesalahan paling umum yang saya lihat adalah orangtua menyerahkan perkembangan anak kepada internet." Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk sering berdiskusi mengenai nilai-nilai, tanggung jawab, dan hubungan yang sehat agar anak memiliki landasan pemikiran yang kuat.

Pentingnya Kemandirian dan Tanggung Jawab

Keinginan untuk membantu anak adalah hal yang wajar, namun terlalu sering menyelesaikan masalah mereka dapat menghambat kemandirian. Runyon menjelaskan bahwa kasih sayang perlu diimbangi dengan ekspektasi yang tinggi. Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menghadapi tantangan dan belajar dari kegagalan, mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh, percaya diri, dan mampu menyelesaikan masalah secara mandiri.

Orangtua juga sering kali tidak menyadari bahwa mereka memberikan standar yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Dalam beberapa keluarga, anak perempuan sering kali dibebani lebih banyak tugas rumah, sementara anak laki-laki mendapatkan toleransi lebih besar terhadap perilaku dan tanggung jawab. Dr. Elton mengingatkan bahwa orangtua sebaiknya tidak membebankan pengelolaan emosi dan pekerjaan rumah hanya kepada anak perempuan. Dengan membiasakan anak laki-laki untuk ikut bertanggung jawab, mereka akan tumbuh menjadi pasangan dan anggota keluarga yang lebih peduli di masa depan.

Peran ayah juga sangat penting dalam perkembangan anak laki-laki. Kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai teladan dalam bersikap. Anak laki-laki belajar mengelola emosi dan memperlakukan orang lain melalui contoh yang mereka lihat setiap hari. Dr. Elton menyatakan, "Ayah membentuk anak laki-laki melalui hal-hal yang mereka anggap normal." Ia juga menekankan pentingnya ayah memberikan contoh meminta maaf ketika melakukan kesalahan agar anak memahami pentingnya akuntabilitas.

Contoh Hubungan yang Sehat

Cara orangtua berkomunikasi dan menyelesaikan konflik akan menjadi acuan bagi anak ketika membangun hubungan di masa depan. Menurut Runyon, hubungan yang penuh rasa hormat, komunikasi terbuka, dan saling mendukung membantu anak memahami bahwa hubungan yang sehat memerlukan kerja sama, bukan dominasi salah satu pihak.

Terakhir, ungkapan "namanya juga anak laki-laki" sering digunakan untuk memaklumi perilaku agresif atau tidak bertanggung jawab. Namun, kebiasaan tersebut dapat terbawa hingga dewasa jika terus dibiarkan. Dr. Elton menegaskan bahwa maskulinitas tidak identik dengan sikap kasar atau menekan emosi. Anak laki-laki dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat sekaligus penyayang jika diajarkan untuk bertanggung jawab, jujur terhadap perasaannya, dan menghormati orang lain sejak dini.

Artikel Terkait