News

Dompet Dhuafa Luncurkan Program Pembangunan Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di NTT

Dompet Dhuafa memulai pembangunan 100 rumah sementara dan renovasi sekolah di Nusa Tenggara Timur sebagai respons terhadap dampak gempa yang melanda wilayah tersebut.

S
Setya Tama
30 September 2026 17 pembaca
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mulai membangun rumah sementara bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mulai membangun rumah sementara bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur

Memasuki tahap pemulihan setelah gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebutuhan para penyintas tidak hanya sebatas bantuan darurat. Hunian sementara dan fasilitas pendidikan menjadi komponen penting yang harus dipulihkan agar masyarakat dapat kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mulai membangun 25 unit rumah sementara (rumtara) di NTT pada Rabu (23/9/2026). Pembangunan ini merupakan langkah awal dari rencana penyediaan total 100 unit rumtara bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Selain fokus pada penyediaan hunian sementara, Dompet Dhuafa juga berkomitmen untuk mendukung renovasi Sekolah Dasar (SD) Inpres Waturedu yang terletak di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Langkah ini diambil untuk membantu memulihkan fasilitas pendidikan yang terkena dampak bencana.

Respons Cepat Dompet Dhuafa

Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Herdiansah, menyatakan bahwa pihaknya telah aktif bergerak sejak awal terjadinya gempa dengan menyalurkan berbagai kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak. “Dompet Dhuafa terus bergerak sejak awal gempa dengan menyalurkan berbagai kebutuhan. Meski dengan keterbatasan yang ada, kami terus berupaya membantu masyarakat, termasuk melalui pembangunan rumtara,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima.

Berdasarkan data per 18 September 2026, tercatat sebanyak 103.427 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan juga meliputi berbagai fasilitas publik, seperti 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 685 kantor, 558 rumah ibadah, empat pasar tradisional, dan 1.915 fasilitas umum lainnya. Besarnya dampak yang ditimbulkan membuat kebutuhan masyarakat tetap berlanjut meskipun masa tanggap darurat mulai beralih ke fase pemulihan.

Bantuan Berkelanjutan untuk Masyarakat

Sejak masa tanggap darurat, DMC Dompet Dhuafa telah memberikan bantuan melalui berbagai layanan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan air bersih. Hingga 23 September 2026, total penerima manfaat dari berbagai layanan tersebut mencapai 25.863 orang. Bantuan air bersih telah menjangkau 655 penerima, sedangkan pembangunan masjid darurat menjangkau 2.480 penerima. Selain itu, layanan kesehatan mencakup 3.726 penerima, dan logistik pangan menjangkau 5.800 penerima.

Program pendidikan dan Psychological First Aid (PFA) juga menjangkau 2.931 penerima manfaat. Layanan internet tercatat menjangkau 339 penerima, sementara pencarian dan pertolongan serta asesmen menjangkau 341 penerima. Layanan dapur umum atau food service berhasil menjangkau 7.922 penerima manfaat. Rangkaian bantuan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan yang terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Dompet Dhuafa yang dianggap membantu masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Gonzalo menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak mengingat keterbatasan pemerintah dalam menangani semua kebutuhan pascabencana.

Pos Kemanusiaan untuk Memantau Kebutuhan

Selain melaksanakan program pemulihan, Dompet Dhuafa juga mengoperasikan sejumlah pos kemanusiaan untuk memantau kebutuhan masyarakat di lapangan. Pos Induk Patriot berlokasi di Jalan Sernaru, Desa Wae Kelambu, Manggarai Barat, sementara Pos Patriot Bayangan berada di Jalan Wairklau Nomor 29, Maumere, NTT. DMC juga membuka pos lapangan di beberapa wilayah terdampak, seperti Maumere, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai. Pos-pos ini digunakan untuk mendukung asesmen kebutuhan, penyaluran bantuan, serta pelaksanaan berbagai layanan kemanusiaan secara langsung.

Memasuki fase pemulihan, pembangunan rumtara dan renovasi sekolah menjadi langkah lanjutan untuk membantu masyarakat NTT setelah gempa. Dukungan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan saat krisis, tetapi juga untuk membantu penyintas mendapatkan tempat tinggal sementara dan ruang belajar yang layak. Herdiansah mengajak semua pihak untuk turut memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak gempa, “Bersama-sama, mari kita hadir untuk memberikan kehangatan dan menghadirkan senyuman bagi keluarga penyintas,” tutupnya.


sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/09/30/08163921/pulihkan-dampak-gempa-ntt-dompet-dhuafa-bangun-100-rumah-sementara-dan

Artikel Terkait