Dalam sebuah pernyataan, Bonatua menegaskan bahwa dokumen yang dimiliki oleh Gibran bukanlah ijazah atau diploma, melainkan hanya sertifikat kehadiran. Hal ini diungkapkan dalam konteks diskusi mengenai kelayakan dokumen pendidikan Gibran.
Penjelasan Mengenai Sertifikat
Bonatua menjelaskan lebih lanjut bahwa sertifikat yang dimaksud hanya menunjukkan kehadiran selama kegiatan tertentu dan tidak memiliki nilai akademis yang diakui. Ia menekankan pentingnya kejelasan mengenai status dokumen tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Reaksi Publik Terhadap Pernyataan Ini
Pernyataan Bonatua mengenai dokumen Gibran ini memicu berbagai reaksi dari publik. Banyak yang mempertanyakan validitas dan keabsahan dokumen pendidikan yang dimiliki oleh seorang tokoh publik. Hal ini menjadi sorotan, terutama dalam konteks pendidikan dan integritas akademis.
Dengan pernyataan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami perbedaan antara sertifikat kehadiran dan dokumen pendidikan yang resmi, serta implikasinya terhadap kredibilitas individu dalam ranah publik.