Kesehatan

Dampak Positif Melakukan Push-up Setiap Hari bagi Tubuh

Push-up adalah latihan sederhana namun efektif yang dapat membawa perubahan signifikan pada tubuh jika dilakukan secara rutin. Latihan ini tidak hanya meningkatkan kekuatan otot, tetapi juga memberika...

T
Theresia Agatha Lestari
06 July 2026 70 pembaca
Dampak Positif Melakukan Push-up Setiap Hari bagi Tubuh
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Push-up merupakan salah satu bentuk latihan kekuatan tubuh yang telah terbukti efektif selama bertahun-tahun. Meskipun terlihat mudah, banyak orang yang belum menyadari manfaat besar yang bisa didapatkan dari melakukan push-up setiap hari. "Push-up adalah cara yang luar biasa untuk membangun kekuatan tubuh bagian atas," kata pelatih kebugaran pribadi dari California, Taylor Beebe, CPT.

Manfaat Push-up untuk Kesehatan

Selain meningkatkan kekuatan, push-up juga membantu memastikan kemampuan tubuh untuk bangkit kembali setelah terjatuh. Albert Matheny, salah satu pendiri SoHo Strength Lab, menekankan bahwa latihan ini dapat dilakukan tanpa memerlukan alat tambahan. Jika seseorang belum mampu melakukannya dengan sempurna, mereka dapat memodifikasi gerakan ini untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap.

Proses Adaptasi Tubuh

Dani Singer, pendiri Fit2Go Personal Training, menjelaskan bahwa push-up melibatkan banyak bagian tubuh secara bersamaan, bukan hanya melatih otot dada. "Kebanyakan orang menganggap push-up hanya sebagai latihan dada, padahal gerakan ini juga melatih bahu, trisep, otot inti, bokong, dan punggung atas," ungkapnya. Dengan latihan yang konsisten, seseorang akan merasakan peningkatan kekuatan tidak hanya di area punggung dan bahu, tetapi juga di bagian tubuh lainnya.

Menurut Singer, peningkatan yang pertama kali dirasakan biasanya terkait dengan kemahiran dalam melakukan gerakan tersebut. "Kamu mempelajari alurnya, ketegangannya, pernafasannya, dan ritmenya. Oleh karena itu, pemula seringkali melihat peningkatan jumlah push-up yang dapat dilakukan meskipun belum membangun banyak otot baru," jelasnya. Seiring waktu, daya tahan otot bagian atas dan stabilitas inti tubuh akan meningkat, memudahkan aktivitas sehari-hari dan mengurangi risiko nyeri punggung.

Teknik yang Tepat untuk Pemula

Postur yang benar sangat penting untuk mencegah cedera saat melakukan push-up. Singer merekomendasikan agar tangan diletakkan sedikit lebih lebar dari bahu. Selanjutnya, kencangkan bokong dan tahan otot perut, pastikan posisi kepala hingga tumit berada dalam satu garis lurus. Dari posisi tersebut, turunkan tubuh secara bersamaan. "Sikumu harus berada sekitar 30 hingga 45 derajat dari tubuhmu, bukan terentang lurus ke samping. Dadamu harus bergerak menuju lantai di antara kedua tanganmu, lalu tekan lantai untuk kembali naik," tambah Singer.

Bagi pemula yang merasa kesulitan, Beebe menyarankan untuk melakukan modifikasi dengan menggunakan sudut kemiringan tertentu, seperti bertumpu pada kotak atau meja. Ini berguna untuk melatih teknik dan membangun kekuatan dasar sebelum beralih ke push-up penuh. Singer juga sependapat dengan metode modifikasi ini, "Saya biasanya lebih menyukai push-up miring daripada push-up lutut karena ini melatih posisi tubuh yang sama dengan push-up penuh dan lebih mudah untuk ditingkatkan."

Menentukan Repetisi yang Ideal

Jumlah repetisi yang ideal sangat bergantung pada tingkat kebugaran masing-masing individu. Singer merekomendasikan pemula untuk melakukan dua hingga tiga set dengan lima hingga delapan repetisi dalam posisi miring. Untuk tingkat menengah, disarankan dua hingga empat set dengan 8-15 repetisi, sedangkan bagi yang sudah mahir bisa mencoba tiga hingga lima set dengan 15-25 repetisi. "Ada aturan sederhana. Jika repetisi kedelapan terlihat sangat berbeda dari repetisi pertama, set tersebut seharusnya diakhiri di repetisi ketujuh," tegasnya.

Seiring berjalannya waktu, tubuh akan beradaptasi dengan rutinitas latihan. Oleh karena itu, penting untuk terus menantang diri sendiri. "Kamu bisa membuatnya lebih menantang dengan menambahkan ketidakstabilan, seperti melakukan push-up satu tangan, tetapi ada banyak variasi yang bisa dilakukan," kata Matheny.

Jika seseorang berniat menjadikan push-up sebagai bagian dari rutinitas harian, Singer menyarankan agar berhenti saat masih mampu melakukan satu atau dua repetisi lagi. Hal ini penting untuk menjaga postur tetap baik. Namun, jika waktu terbatas, melakukan push-up tiga hingga empat kali seminggu sudah cukup memberikan dampak positif bagi kebugaran.

Artikel Terkait