Lifestyle

Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental Melalui Kebiasaan Sehari-hari

Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidur yang cukup dan berolahraga. Memahami kondisi diri sendiri dan menjaga hubungan sosi...

A
Aisyah Nur Hidayah
09 October 2026 60 pembaca
Remaja bersosialisasi(freepik)
Remaja bersosialisasi(freepik)

Menjaga kesehatan mental tidak selalu memerlukan perubahan yang besar. Kebiasaan-kebiasaan kecil dalam rutinitas harian, seperti tidur yang cukup, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai, dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental. Selain itu, penting untuk mengenali kondisi diri sendiri, menjaga hubungan dengan orang lain, dan mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional.

Psikolog klinis Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa menjaga kesehatan mental dapat dimulai dengan memenuhi kebutuhan dasar tubuh dan menjaga kesehatan fisik. Ia menyatakan bahwa pola hidup sehat, pemahaman terhadap diri sendiri, serta hubungan sosial adalah beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan mental. Lalu, kebiasaan apa saja yang dapat diterapkan untuk mendukung kesehatan mental?

1. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Kesehatan fisik merupakan salah satu faktor penting dalam upaya menjaga kesehatan mental. Miki menyarankan agar individu menerapkan pola hidup sehat, yang mencakup konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur. Kebiasaan ini membantu tubuh memenuhi kebutuhan dasarnya dan mendukung kesejahteraan secara keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental bisa dimulai dengan hal-hal sederhana, seperti mengatur waktu tidur, memperhatikan pola makan, dan menyediakan waktu untuk bergerak di tengah kesibukan.

2. Memahami Kondisi Diri dan Sinyal Tubuh

Selain menjaga kesehatan fisik, penting bagi setiap individu untuk memahami kondisi diri sendiri. Miki menekankan perlunya memperhatikan perubahan yang terjadi dari hari ke hari, terutama jika ada sesuatu yang terasa tidak biasa. Kesadaran akan kondisi diri dapat membantu seseorang mengenali lebih awal jika ada perubahan yang perlu diperhatikan. "Sebetulnya kita juga perlu tahu setiap hari ke hari itu kondisi diri seperti apa. Apakah ada yang tidak biasa, sesuatu yang dianggap mengganjal, jadi kita harus kenal sinyal tubuh apakah ada sesuatu atau tidak. Itu sebagai alarm awal," jelas Miki. Dengan mengenali sinyal tersebut, seseorang dapat lebih peka terhadap kebutuhannya dan mempertimbangkan langkah yang tepat saat mengalami perubahan kondisi.

3. Berinteraksi dan Berkomunikasi dengan Orang Lain

Hubungan sosial juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Miki menyatakan bahwa tetap berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dapat membantu menjaga kondisi mental seseorang. Bentuk interaksi ini tidak selalu harus berupa pertemuan langsung atau percakapan panjang. Setiap individu dapat menyesuaikan interaksi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing. "Tetap berinteraksi, tetap berkomunikasi, walaupun mungkin intensitasnya akan berbeda-beda tiap karakteristik. Karena itu juga me-maintain kondisi kesehatan mental kita," ungkapnya. Menjaga komunikasi dengan keluarga, teman, atau orang terdekat juga memberikan kesempatan untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan saat menghadapi kesulitan.

4. Meluangkan Waktu untuk Hobi

Di tengah kesibukan sehari-hari, penting untuk menyediakan waktu melakukan aktivitas yang disukai. Miki menjelaskan bahwa kegiatan yang dianggap bernilai dan bermakna dapat membawa emosi positif. Salah satu cara adalah dengan menekuni hobi atau melakukan aktivitas yang memberikan kepuasan. Kegiatan ini bisa bervariasi sesuai minat masing-masing, seperti membaca, berkebun, memasak, mendengarkan musik, atau aktivitas menyenangkan lainnya. Meluangkan waktu untuk diri sendiri bukan berarti mengabaikan tanggung jawab, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan dalam rutinitas.

5. Meningkatkan Pengetahuan tentang Kesehatan Mental

Upaya lain yang tidak kalah penting adalah meningkatkan pemahaman tentang kesehatan mental. Miki menekankan bahwa pemahaman yang baik dapat membantu seseorang mengenali kondisi dirinya dan lebih peka terhadap keadaan orang-orang di sekitarnya. Dengan pengetahuan tersebut, diharapkan seseorang dapat memahami kapan dirinya atau orang terdekat membutuhkan dukungan. "Jadi, penting kita mengedukasi diri bagaimana sih kriteria atau gambaran orang yang sehat mental itu, sehingga kalau misalkan ada sesuatu yang beda, jadi kita bisa memberikan support," katanya. Namun, Miki mengingatkan bahwa pengetahuan mengenai kesehatan mental tidak seharusnya digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri secara sembarangan. Penilaian yang keliru dapat mengakibatkan langkah yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, jika seseorang menemukan tanda-tanda yang menunjukkan kondisi mentalnya tidak baik atau mengalami perubahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional yang kompeten.

Artikel Terkait