Kesehatan

Cara Efektif Membantu Anak Beradaptasi Saat Memulai Sekolah

Memulai tahun ajaran baru merupakan momen penting bagi anak-anak, namun perubahan lingkungan dapat menjadi tantangan. Dukungan dari orangtua dan guru sangat diperlukan untuk membantu anak beradaptasi...

J
Jonathan Michael Saputra
15 July 2026 59 pembaca
Cara Efektif Membantu Anak Beradaptasi Saat Memulai Sekolah
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Memasuki tahun ajaran baru adalah saat yang krusial bagi anak-anak untuk menjelajahi lingkungan sekolah yang baru. Namun, perubahan dalam rutinitas, suasana, serta interaksi dengan guru dan teman baru bisa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali memasuki dunia pendidikan. Agar proses adaptasi ini berjalan dengan lebih baik, orangtua dan guru memiliki peranan penting dalam memberikan dukungan yang diperlukan. Persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum hari pertama sekolah, bukan hanya sehari sebelumnya.

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa anak memerlukan respons dan perlakuan yang konsisten dari rumah maupun sekolah selama masa penyesuaian. "Anak membutuhkan pesan, respons atau perlakuan yang konsisten dari rumah maupun sekolah. Komunikasi sebaiknya berlangsung dua arah, terbuka dan tidak hanya dilakukan saat muncul masalah," katanya.

Langkah-langkah Membantu Anak Beradaptasi

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung anak dalam beradaptasi saat awal masuk sekolah:

1. Kembalikan Rutinitas Sejak Seminggu Sebelumnya

Vera menyarankan agar orangtua mulai mengembalikan jadwal tidur, bangun pagi, makan, mandi, hingga waktu belajar setidaknya satu minggu sebelum sekolah dimulai. Dengan mengatur kembali rutinitas, anak akan lebih siap menghadapi sekolah dan tidak merasa kaget saat harus kembali bersekolah.

2. Kenalkan Anak dengan Lingkungan Sekolah

Sebelum hari pertama, ajak anak untuk mengenal lingkungan sekolahnya jika memungkinkan. Tunjukkan rute perjalanan menuju sekolah, lokasi ruang kelas, dan area penting lainnya. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa asing dan membuat anak merasa lebih siap.

3. Ceritakan Gambaran Kegiatan di Sekolah

Anak akan merasa lebih tenang jika mereka tahu apa yang akan dilakukan di sekolah. Oleh karena itu, orangtua dapat menjelaskan secara sederhana mengenai kegiatan sehari-hari, seperti belajar di kelas, bermain saat istirahat, bertemu guru, hingga waktu pulang sekolah. Dengan pemahaman yang jelas, kecemasan anak dapat berkurang.

4. Latih Anak untuk Mandiri

Vera merekomendasikan agar anak dibiasakan melakukan beberapa hal secara mandiri sebelum sekolah dimulai. Contohnya, mengenakan pakaian sendiri, menyiapkan tas, menggunakan toilet tanpa bantuan, dan menjaga barang pribadi. Keterampilan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak di lingkungan baru.

5. Ciptakan Ritual Perpisahan yang Singkat dan Hangat

Proses mengantar anak ke sekolah sering kali menjadi tantangan bagi orangtua dan anak. Meskipun sulit, Vera mengingatkan agar orangtua tidak pergi diam-diam tanpa berpamitan. "Ciptakan ritual perpisahan yang singkat, hangat, dan konsisten. Orangtua tidak boleh pergi diam-diam tanpa pamit, tapi juga tidak memperpanjang saat perpisahan karena merasa tidak tega atau mengkhawatirkan anak," ujarnya. Ucapan singkat, pelukan, atau salam khusus dapat menjadi ritual yang membuat anak merasa aman tanpa memperberat proses perpisahan.

6. Beri Kesempatan Anak Mengatasi Kesulitan Kecil

Orangtua perlu membantu anak membangun ketahanan mental dengan memberi kesempatan untuk menyelesaikan tantangan sederhana sesuai dengan usia dan kemampuan mereka. Pengalaman ini dapat membantu anak belajar menghadapi situasi baru dengan lebih percaya diri.

7. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Guru

Selain peran orangtua, guru juga memiliki andil besar dalam membantu anak beradaptasi di sekolah. Vera menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara orangtua dan guru agar keduanya dapat berbagi informasi mengenai perkembangan anak. Guru juga diharapkan menciptakan suasana orientasi yang ramah sehingga anak merasa aman dan tahu kepada siapa mereka dapat meminta bantuan.

Vera juga menekankan bahwa guru perlu mengakui perasaan anak ketika mereka merasa takut atau cemas. Misalnya, dengan mengatakan, "Kamu boleh merasa takut karena ini tempat baru, tetapi kamu tidak sendirian, ada guru dan teman yang akan membantumu."

Artikel Terkait