Perubahan ukuran payudara menjadi hal yang umum dirasakan oleh perempuan selama kehamilan dan menyusui. Banyak ibu baru yang bertanya-tanya apakah payudara yang membesar akibat produksi ASI akan tetap berukuran sama setelah menyusui berakhir. Pembesaran payudara selama masa kehamilan dan menyusui merupakan reaksi alami tubuh terhadap perubahan hormon. Namun, perubahan ini tidak selalu bersifat permanen dan hasil akhirnya dapat bervariasi pada setiap individu.
Proses Pembesaran Payudara Selama Kehamilan
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. Monica Aggarwal, menjelaskan bahwa perubahan ukuran payudara sebenarnya dimulai sejak awal kehamilan. Pada tahap ini, kadar hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin meningkat untuk mempersiapkan tubuh dalam memproduksi ASI. "Kadar estrogen, progesteron, dan prolaktin meningkat selama kehamilan sehingga kelenjar serta saluran penghasil ASI berkembang. Akibatnya, payudara menjadi lebih penuh, lebih berat, dan lebih sensitif bahkan sebelum bayi lahir,” ungkapnya.
Setelah melahirkan, payudara biasanya tampak semakin besar ketika produksi ASI meningkat. Ukuran payudara dapat bervariasi sepanjang hari, tergantung pada jumlah ASI yang tersimpan sebelum bayi menyusu.
Apakah Pembesaran Ini Bersifat Permanen?
Meskipun payudara tampak lebih besar selama menyusui, hal ini tidak berarti ukuran payudara akan tetap membesar selamanya. "Menyusui sendiri tidak menyebabkan ukuran payudara membesar secara permanen. Pembesaran terutama disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan dan adanya produksi ASI,” jelas Dr. Aggarwal. Ketika produksi ASI berhenti, jaringan penghasil susu akan menyusut kembali. Beberapa perempuan mungkin menemukan bahwa ukuran payudara mereka kembali seperti sebelum hamil, sementara yang lain mungkin mengalami perubahan sehingga payudara menjadi sedikit lebih besar atau lebih kecil dibandingkan sebelumnya.
Dr. Aggarwal menambahkan bahwa setiap tubuh memiliki respons yang berbeda, sehingga tidak ada ukuran normal yang berlaku untuk semua ibu.
Faktor yang Mempengaruhi Bentuk Payudara Setelah Menyusui
Perubahan bentuk dan ukuran payudara setelah menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya proses menyusui itu sendiri. Beberapa faktor yang berperan termasuk usia, faktor genetik, elastisitas kulit, jumlah kehamilan, serta komposisi jaringan payudara. Perempuan yang memiliki proporsi jaringan lemak lebih banyak dapat mengalami perubahan bentuk yang berbeda dibandingkan mereka yang memiliki lebih banyak jaringan kelenjar.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2024 terhadap 609 ibu menyusui menunjukkan bahwa volume payudara meningkat selama kehamilan seiring dengan perkembangan jaringan kelenjar. Namun, ukuran payudara tidak menentukan banyak sedikitnya produksi ASI. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa perempuan dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi cenderung memiliki payudara yang lebih besar karena kandungan lemak yang lebih banyak, tetapi kondisi ini tidak selalu diikuti dengan produksi ASI yang lebih tinggi.
Ukuran Payudara dan Keberhasilan Menyusui
Masih banyak anggapan yang beredar bahwa perempuan dengan payudara kecil akan menghasilkan ASI lebih sedikit. Namun, anggapan ini tidak benar. Produksi ASI lebih dipengaruhi oleh jumlah jaringan kelenjar penghasil susu dan seberapa sering ASI dikeluarkan, baik melalui proses menyusui maupun memompa. Oleh karena itu, ibu dengan ukuran payudara kecil tetap dapat menyusui bayinya secara optimal selama proses laktasi berlangsung dengan baik.