Tidur bukan hanya sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan juga saat di mana otak memproses informasi, memperbaiki jaringan yang rusak, dan memulihkan sistem vital tubuh. Sayangnya, banyak orang dewasa yang terbiasa hanya tidur selama enam jam setiap malam dan merasa sudah cukup dengan durasi tersebut. Namun, apakah enam jam tidur itu benar-benar cukup?
Kebutuhan Tidur yang Ideal
Untuk kebanyakan orang dewasa, tidur selama enam jam tidak disarankan. Umumnya, orang dewasa memerlukan waktu istirahat minimal tujuh jam setiap malam. Meskipun selisih satu jam mungkin tidak terasa signifikan di pagi hari, kekurangan tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat berdampak negatif pada kesehatan seiring berjalannya waktu. Kebutuhan tidur juga bervariasi tergantung usia; bayi yang baru lahir memerlukan 14-17 jam tidur, sementara lansia berusia 65 tahun ke atas membutuhkan sekitar 7-8 jam.
Orang dewasa berusia 18-64 tahun disarankan untuk mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Namun, banyak dari mereka yang tidur dengan durasi yang tidak teratur. Seorang ahli penyakit dalam, Prof. Dr. SM Fayaz, menyatakan bahwa "Enam jam berada di bawah apa yang umumnya direkomendasikan untuk kesehatan jangka panjang yang baik, meskipun banyak orang merasa mereka berfungsi dengan baik pada waktu tersebut."
Penyebab Kenapa Tidur Enam Jam Terasa Cukup
Salah satu alasan mengapa seseorang merasa cukup dengan enam jam tidur adalah adaptasi tubuh. Mereka yang terbiasa tidur dengan durasi tersebut mungkin tidak lagi merasakan kelelahan yang berlebihan. Namun, hal ini tidak berarti bahwa tubuh mereka tidak membutuhkan tidur yang lebih lama. "Beberapa orang memiliki variasi genetik yang memungkinkan mereka berfungsi dengan baik meski tidur lebih sedikit, tetapi ini cukup jarang terjadi," ungkap dr. Fayaz.
Memaksakan diri untuk tidur enam jam secara rutin dapat menciptakan kesenjangan antara kebutuhan tidur dan kenyataan yang dialami tubuh. Dampak dari kurang tidur mungkin tidak segera terlihat, tetapi seiring waktu, pola tidur yang tidak memadai dapat berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan serius. Sebuah ulasan dalam jurnal Sleep and Breathing pada tahun 2022 menemukan bahwa durasi tidur yang tidak tepat dapat berhubungan dengan penyakit jantung, penurunan fungsi otak, depresi, sindrom metabolik, hingga stroke.
Risiko kesehatan meningkat seiring dengan berkurangnya waktu tidur. Dr. Fayaz menambahkan, "Peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan masalah terkait jantung dari waktu ke waktu, kemungkinan lebih tinggi penambahan berat badan, karena kurang tidur memengaruhi hormon pengatur rasa lapar, penurunan fungsi kekebalan tubuh, gangguan memori, konsentrasi, dan pengambilan keputusan." Hal-hal negatif ini dapat terjadi jika enam jam tidur menjadi pola yang umum.
Tanda Anda Memerlukan Tidur Lebih Lama
Merasa lelah adalah indikator utama bahwa Anda memerlukan lebih banyak tidur, tetapi bukan satu-satunya. Tanda lain yang menunjukkan kurangnya waktu tidur meliputi ketergantungan pada kafein, sering mengantuk saat beraktivitas santai, kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, hingga suasana hati yang mudah berubah. Jika Anda sering tidur lebih lama di akhir pekan sebagai bentuk balas dendam, itu adalah sinyal kuat bahwa Anda kurang istirahat di hari kerja. "Kebanyakan orang yang merasa baik-baik saja dengan tidur enam jam sebenarnya hanya menumpuk utang tidur yang sudah biasa mereka rasakan," jelas dr. Fayaz.
Cara Meningkatkan Pola Tidur
Anda tidak perlu langsung menambah waktu tidur dua jam sekaligus. Cobalah untuk secara bertahap menambah durasi istirahat sekitar 15 hingga 30 menit setiap harinya. Menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun juga sangat membantu tubuh untuk beradaptasi. Selain itu, kurangi paparan layar gawai sebelum tidur, hindari makan berat larut malam, dan batasi konsumsi kafein. Pastikan juga kamar tidur dalam keadaan tenang dan gelap. "Sesekali tidur selama enam jam tidak berbahaya. Namun, menjadikannya pola malam yang konsisten, terutama bagi orang dewasa, umumnya kurang dari apa yang dibutuhkan tubuh untuk pemulihan fisik dan mental yang tepat," tutup dr. Fayaz.