Kesehatan

Apakah Penggunaan Press-On Nails Dapat Merusak Kuku Asli?

Press-on nails menjadi pilihan populer karena kemudahan dan daya tahannya, namun banyak yang khawatir akan dampaknya terhadap kuku asli. Para ahli menjelaskan bahwa kerusakan kuku lebih disebabkan ole...

B
Bayu Triatma
05 July 2026 70 pembaca
Apakah Penggunaan Press-On Nails Dapat Merusak Kuku Asli?
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Press-on nails kini kembali menjadi tren berkat penampilannya yang mirip dengan manicure profesional. Selain praktis, kuku tempel ini dapat bertahan hingga dua hingga tiga minggu, menjadikannya alternatif bagi mereka yang ingin tampil rapi tanpa harus sering ke salon. Namun, kekhawatiran mengenai potensi kerusakan pada kuku asli masih banyak dirasakan oleh pengguna.

Risiko Kerusakan Kuku Terkait Pemasangan

Menurut para ahli kuku, risiko kerusakan tidak berasal dari produk itu sendiri, melainkan dari cara pemasangan dan pelepasannya. Julie Kandalec, seorang nail artist selebritas dan duta merek KISS Nails, menyatakan bahwa press-on nails aman digunakan jika dipasang dan dilepas dengan benar. Ia menegaskan, "Press-on nails sama sekali tidak merusak kuku jika dipasang dan dilepas dengan benar."

Kandalec juga menyoroti bahwa salah satu kesalahan umum adalah mencabut atau mengelupas kuku tempel secara paksa, yang dapat mengangkat lapisan keratin pada kuku alami. Hal ini dapat menyebabkan kuku menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah patah. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk mengikuti petunjuk pelepasan yang sesuai dengan jenis lem yang digunakan.

Metode Melepas yang Aman

Banyak orang beranggapan bahwa merendam kuku dalam air hangat dan sabun adalah cara yang aman untuk melepas press-on nails. Namun, Kandalec menjelaskan bahwa metode ini tidak selalu efektif. Jika lem yang digunakan tidak dirancang untuk dilepas dengan air, perekat tersebut tetap akan menempel pada lapisan kuku alami. "Bahan utama pada lem kuku, ethyl cyanoacrylate, masih dapat melekat pada lapisan keratin kuku alami dan ikut menarik lapisan tersebut saat dilepas setelah direndam," jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun kuku yang direndam mungkin terasa lebih mudah dilepas, setelah kering, kuku bisa menjadi lebih tipis dan mengalami kerusakan karena sebagian lapisannya terangkat.

Perkembangan Formula Lem Kuku

Kandalec juga menjelaskan bahwa lem untuk press-on nails saat ini telah mengalami banyak perbaikan dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya, beberapa produk menggunakan methyl cyanoacrylate, yang lebih keras dan dapat menyebabkan iritasi serta kerusakan. Kini, sebagian besar lem kuku menggunakan ethyl cyanoacrylate yang diformulasikan untuk tetap kuat menempel namun lebih lembut terhadap kuku dan kulit. "Lem kuku dibuat khusus agar aman dan tahan lama, baik digunakan pada kuku alami maupun kuku tambahan," ungkapnya.

Perubahan formula ini menjadikan penggunaan press-on nails lebih aman, asalkan produk yang dipilih berkualitas dan digunakan sesuai petunjuk. Selain itu, teknik penggunaan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan kuku.

Dengan teknik yang benar, press-on nails dapat menjadi alternatif manicure yang praktis, lebih hemat biaya, dan minim risiko bagi kesehatan kuku. Pengguna juga disarankan untuk memberikan waktu istirahat pada kuku setelah penggunaan jangka panjang agar kondisi kuku alami tetap terjaga.

Artikel Terkait