Kesehatan

Apakah Kesamaan Kepribadian Penting dalam Hubungan Pasangan?

Terdapat pandangan bahwa pasangan yang cocok sering kali memiliki kesamaan, termasuk dalam kepribadian. Namun, apakah benar bahwa karakter yang serupa lebih memudahkan seseorang untuk menemukan jodoh?

L
Luthfi Zaki Maulana
28 September 2026 50 pembaca
Ilustrasi pasangan.(Dok. Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Ilustrasi pasangan.(Dok. Unsplash/Afif Ramdhasuma)

Sering kali muncul anggapan bahwa kesamaan dalam kepribadian menjadi faktor penting dalam menentukan kecocokan pasangan. Namun, pertanyaan mengenai apakah seseorang lebih mungkin berjodoh dengan individu yang memiliki karakter serupa telah menjadi topik perdebatan dalam penelitian hubungan. Beberapa orang berpendapat bahwa "like attracts like", yang berarti orang cenderung tertarik pada pasangan dengan karakteristik yang mirip. Sebaliknya, ada juga yang beranggapan bahwa perbedaan justru dapat menciptakan ketertarikan dan saling melengkapi.

Penelitian Terbaru Mengenai Kepribadian Pasangan

Penelitian yang dipimpin oleh Ted Schwaba dari Michigan State University, bersama sejumlah peneliti internasional, menganalisis data dari 46 kelompok penelitian dengan jumlah partisipan mencapai lebih dari 600.000 hingga 1,1 juta orang. Penelitian ini menggunakan kerangka Five Factor Model, atau yang dikenal dengan Big Five Personality, yang mencakup lima dimensi utama: keterbukaan terhadap pengalaman, ekstraversi, keramahan, kehati-hatian, dan neurotisisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan dapat memiliki kepribadian yang serupa, tetapi tingkat kemiripannya tergolong kecil. Korelasi kepribadian antar pasangan tercatat sekitar 0,04 untuk keterbukaan dan 0,03 untuk ekstraversi, yang dianggap minimal. Dengan kata lain, kesamaan kepribadian bukanlah faktor utama dalam memilih atau membangun hubungan.

Kesamaan Pendidikan yang Lebih Signifikan

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa kesamaan dalam pendidikan menunjukkan korelasi yang lebih kuat. Pasangan yang memiliki pencapaian pendidikan yang sama memiliki korelasi sekitar 0,37, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi dalam aspek kepribadian. Artikel yang membahas penelitian ini menyebutkan bahwa tingkat pendidikan dapat berhubungan dengan kesamaan minat, aktivitas, serta lingkungan sosial. Misalnya, dua individu yang bertemu di sekolah atau universitas memiliki peluang lebih besar untuk berada dalam lingkungan sosial yang sama, yang dapat membuka kesempatan untuk menjalin hubungan. Hal ini sejalan dengan prinsip kedekatan, yang menyatakan bahwa orang cenderung berinteraksi dan membangun hubungan dengan individu yang berada di dekat mereka.

Jadi, apakah pasangan harus memiliki kepribadian yang sama? Penelitian ini tidak menunjukkan bahwa kesamaan kepribadian adalah syarat mutlak untuk membentuk hubungan. Seseorang yang ekstrovert, misalnya, dapat menjalin hubungan dengan pasangan yang lebih introvert. Demikian pula, individu yang senang mencoba hal baru bisa saja berpasangan dengan orang yang lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Perbedaan dalam kepribadian tidak selalu menjadi penghalang dalam hubungan. Pada akhirnya, faktor-faktor lain seperti latar belakang, pengalaman hidup, lingkungan, pendidikan, serta kesamaan lainnya juga berperan dalam menjalin hubungan antara dua orang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemiripan kepribadian bukanlah satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan dalam memahami mengapa dua orang bisa saling tertarik dan membangun hubungan.

Artikel Terkait