Kesehatan

Mengatasi Stres dalam Persiapan Pernikahan

Persiapan pernikahan sering kali menimbulkan tekanan bagi pasangan karena banyaknya elemen yang harus diatur dalam waktu yang terbatas. Beberapa ahli memberikan tips untuk mengelola stres dan mengatur...

M
Mikayla Rahmadani
14 June 2026 8 pembaca
Mengatasi Stres dalam Persiapan Pernikahan
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

JAKARTA - Menyusun rencana untuk hari bahagia seperti pernikahan memerlukan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit. Banyak pasangan merasa tertekan ketika harus menyiapkan berbagai aspek acara dalam waktu yang sempit. Vini, pendiri FIOR Organizer, menjelaskan bahwa tekanan ini biasanya muncul dari kebingungan dalam menentukan prioritas dan mengelola ekspektasi. "Biasanya yang awal-awal mereka sebelum mulai planning, itu pasti mereka udah keteteran, mulai dari menentukan budget-nya kira-kira berapa atau harus mulai dari mana?" ujarnya saat ditemui di Bridestory Fair Juni 2026 di JICC Senayan, Jakarta Pusat.

Manajemen Anggaran dan Ekspektasi Keluarga

Menurut Gatot, pemilik King James Wedding Organizer, banyak pasangan merasa lega ketika kebutuhan utama terpenuhi, tetapi terkejut dengan pengeluaran tambahan yang muncul. Dengan pengalaman bertahun-tahun di industri pernikahan, ia menekankan bahwa detail-detail kecil dapat sangat mempengaruhi kesehatan mental calon pengantin. "Terkesannya kayak yang gede-gede udah nih. Udah venue, udah dekorasi, udah make-up atau baju, tapi di luar itu, perintilannya banyak. Kadang yang membuat lebih stres ya itu," jelas Gatot.

Perbedaan pendapat sering kali muncul ketika membahas konsep acara antara pengantin dan orang tua. "Pengantin maunya acara intimate, keluarga maunya kayak gimana. Terkadang juga ada pengantin maunya enggak banyak acara adat atau tradisi, tapi orangtua maunya ada ini, ada itu," tambahnya. Selain itu, jumlah tamu yang diundang juga mempengaruhi biaya konsumsi, yang sering kali menimbulkan perdebatan. Pasangan perlu berkompromi tanpa merasa harus memenuhi semua keinginan secara sempurna. "Sebenarnya kan emang enggak bisa ya kita menyenangkan semua pihak. Tapi kurang lebih kita bisa mencoba dengan, gimana caranya kita (WO) membuat semuanya jadi lebih ke arah aman," ungkap Vini.

Dilema dalam Memilih Lokasi dan Vendor

Beragam pilihan penyedia jasa pernikahan, mulai dari catering hingga gaun, dapat menimbulkan kebingungan yang berujung pada kelelahan mental. "Contohnya ada pengantin aku sampai milih baju di 20 vendor belum puas. Galau aja katanya, belum ada yang sreg di badan," cerita Vini. Kebimbangan juga muncul saat survei lokasi acara yang memiliki regulasi berbeda-beda. Fasilitas seperti hotel perlu diperhatikan lebih dari sekadar penampilan fisiknya. "Satu hotel kadang ada yang punya tiga sampai empat venue pernikahan, dan setiap venue punya aturan beda-beda. Nah biasanya yang bikin lumayan stressful itu pengantin harus tahu dong apa yang include apa yang nggak," tuturnya.

Untuk menghindari stres akibat masalah teknis, banyak pengantin yang memilih untuk menggunakan jasa wedding organizer (WO). Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir tentang detail-detail yang rumit. Sebelum merencanakan acara, calon pengantin disarankan untuk menyelaraskan visi mereka mengenai konsep pernikahan. "Kadang kalau yang berbeda, yang satunya yin and yang, kadang malah bisa menciptakan sesuatu yang lebih gong (menarik)," lanjut Vini.

Setelah menetapkan visi, calon pengantin yang ingin menghindari kerumitan sebaiknya menyewa jasa WO sebelum mengunci lokasi. "Kadang orang sudah ngelist semuanya, tapi wedding planner malahan justru terakhir, terus mereka malah jadi stres sendiri," jelasnya. Setelah menandatangani kontrak dengan vendor, pasangan disarankan untuk tidak membandingkan harga lagi. Pembandingan harga sebaiknya hanya dilakukan pada tahap negosiasi awal. "Mendingan kalau udah deal ya kita tutup mata lakukan yang terbaik bersama si vendor ini. Daripada entar jadinya malah si vendor yang sudah deal jadi kayak kesannya kurang percaya," tegasnya.

Artikel Terkait