Kesehatan

Madu Tidak Selalu Lebih Sehat: Fakta Tentang Gula yang Perlu Diketahui

Banyak orang berusaha mengurangi gula demi kesehatan, namun banyak produk yang dianggap sehat ternyata mengandung gula tersembunyi. Madu, yang sering dianggap lebih baik dibandingkan gula pasir, juga...

D
Daniel Kristianto
15 June 2026 9 pembaca
Madu Tidak Selalu Lebih Sehat: Fakta Tentang Gula yang Perlu Diketahui
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, banyak individu berusaha mengurangi asupan gula. Namun, gula tidak hanya terdapat dalam makanan manis seperti kue dan permen, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai produk yang sering dianggap sehat, termasuk madu, jus buah, yoghurt berperisa, dan sereal sarapan. Menurut laporan dari The Guardian, gula memiliki lebih dari 50 nama berbeda yang dapat ditemukan pada label makanan, yang membuat banyak orang tanpa sadar mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan setiap hari.

Gula, pada dasarnya, adalah karbohidrat sederhana yang secara alami terdapat dalam buah, sayuran, susu, dan produk olahannya. Sammie Gill, seorang ilmuwan senior di British Nutrition Foundation, menjelaskan bahwa gula alami dalam makanan seperti buah dan susu tidak dapat disamakan dengan gula yang terdapat dalam minuman bersoda atau permen. "Gula penting ditemukan dalam banyak makanan alami yang juga mengandung berbagai zat gizi lain yang bermanfaat bagi kesehatan," ungkap Gill.

Jenis Gula yang Perlu Diwaspadai

Madu, jus buah, dan yoghurt yang terlihat sehat dapat menjadi sumber gula yang perlu diperhatikan jika dikonsumsi secara berlebihan. Istilah "free sugars" atau gula bebas mencakup semua gula yang ditambahkan oleh produsen makanan, koki, atau konsumen ke dalam makanan dan minuman. Gula bebas tidak hanya berasal dari minuman bersoda, kue, dan biskuit, tetapi juga dapat ditemukan dalam jus buah, smoothie, yoghurt berperisa, sereal sarapan, saus, minuman beralkohol, dan berbagai makanan olahan. Pada label kemasan, gula dapat muncul dengan berbagai nama, termasuk sirup, molase, nektar, dekstrosa, madu, dan konsentrat jus buah.

Apakah Madu Lebih Sehat?

Madu sering kali dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan gula putih. Namun, Gill menyatakan bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya akurat. "Madu memang mengandung sejumlah kecil vitamin dan mineral, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak cukup memberikan manfaat kesehatan yang berarti," jelasnya. Ia menambahkan bahwa tubuh memproses madu, sirup maple, agave nectar, dan gula pasir dengan cara yang hampir serupa. "Pada akhirnya, gula tetaplah gula," tegasnya. Meskipun demikian, madu masih direkomendasikan untuk meredakan batuk akut dalam beberapa kondisi, tetapi penggunaannya tetap harus dibatasi karena dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar asupan gula tambahan tidak melebihi 10 persen dari total kalori harian. Di Inggris, layanan kesehatan NHS menyarankan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga 5 persen dari total kalori harian, yang setara dengan sekitar 30 gram atau tujuh kubus gula. Sebagai gambaran, satu batang cokelat standar mengandung sekitar 25 gram gula bebas, sementara satu kaleng minuman bersoda ukuran 330 ml mengandung sekitar 35 gram.

Rata-rata masyarakat saat ini mengonsumsi gula hampir dua kali lipat dari batas yang direkomendasikan. Selain meningkatkan risiko gigi berlubang, konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan obesitas dan berbagai masalah kesehatan lainnya, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit hati berlemak nonalkohol, serta beberapa jenis kanker. Minuman manis menjadi salah satu sumber gula yang paling perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Para ahli berpendapat bahwa menghilangkan gula sepenuhnya bukanlah langkah yang realistis. Gill menyarankan agar pengurangan dilakukan secara bertahap. "Jika biasanya Anda menambahkan satu sendok teh gula ke dalam kopi atau teh, cobalah untuk menguranginya menjadi setengah sendok terlebih dahulu," sarannya. Ia juga merekomendasikan untuk mengganti minuman manis dengan air putih berkarbonasi yang diberi potongan buah atau memilih minuman rendah gula.

Tujuan utama bukan hanya mengganti gula dengan pemanis buatan, tetapi lebih kepada membiasakan lidah untuk menikmati rasa yang tidak terlalu manis. Untuk minuman sehari-hari, air putih tetap menjadi pilihan terbaik.

Artikel Terkait