Kesehatan

Lima Metode Sederhana untuk Menjaga Keseimbangan Hormon Kortisol agar Terhindar dari Penyakit

Hormon kortisol, yang sering dikaitkan dengan stres dan perubahan suasana hati, memiliki peran penting dalam tubuh. Menjaga kadarnya tetap stabil dapat dilakukan dengan beberapa kebiasaan sederhana.

Y
Yusuf Ahmad Pratama
03 May 2026 17 pembaca
Lima Metode Sederhana untuk Menjaga Keseimbangan Hormon Kortisol agar Terhindar dari Penyakit
Sumber gambar: lifestyle.kompas.com

Akhir-akhir ini, istilah kortisol semakin sering muncul di media sosial dan sering dikaitkan dengan stres, kelelahan, serta perubahan suasana hati yang sulit dipahami. Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal. Hormon ini berfungsi penting dalam tubuh, terutama dalam merespons stres, serta berperan dalam metabolisme, pengaturan gula darah, dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Dalam keadaan normal, kadar kortisol akan meningkat saat tubuh menghadapi tekanan atau ancaman. Namun, jika kadar kortisol tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Menurut psikolog Pilar Guerra Escudero, masalah akan muncul ketika kadar kortisol tetap tinggi secara kronis, yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, kualitas tidur, dan suasana hati. Profesor Kedokteran di Icahn School of Medicine, Fernando Carnavali, menambahkan bahwa tidak ada gejala spesifik yang menunjukkan kadar kortisol tinggi, meskipun tanda-tanda yang sering muncul termasuk tekanan darah tinggi, penurunan fungsi kognitif, dan kelemahan otot.

Beruntung, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kadar kortisol tetap stabil. Pertama, tertawa dan menjaga suasana hati yang positif dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi stres. Ahli penuaan Vicente Mera menyatakan bahwa humor adalah obat terbaik untuk mengatasi kesulitan, dan aktivitas sederhana seperti menonton film komedi dapat membantu menurunkan kadar kortisol.

Kedua, menghabiskan waktu di alam terbuka juga terbukti memberikan efek menenangkan. Ahli endokrin Ángela Llaneza menjelaskan bahwa orang yang duduk lebih dari delapan jam sehari memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelelahan kronis. Oleh karena itu, berjalan-jalan di taman selama setidaknya 20 menit dapat menurunkan kadar kortisol hingga 16%.

Ketiga, aktif bergerak, termasuk berolahraga seperti berenang, juga sangat efektif. Olahraga merupakan salah satu cara yang mudah diakses untuk mengelola stres. Studi menunjukkan bahwa berenang dapat menurunkan kadar kortisol hingga 30% dan meningkatkan kualitas tidur. Jika tidak memiliki waktu untuk berenang, melakukan peregangan sederhana juga dapat membantu.

Keempat, tidur yang cukup setiap hari sangat penting untuk kesehatan tubuh. Kualitas tidur berhubungan langsung dengan kadar kortisol. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol dan menciptakan siklus stres yang sulit diputus. Oleh karena itu, disarankan untuk tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam.

Kelima, memperhatikan pola makan juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon. Mengonsumsi makanan seimbang yang kaya sayur, buah, dan protein dapat membantu menjaga kadar kortisol. Menariknya, cokelat hitam juga direkomendasikan, karena dapat membantu melepaskan endorfin, hormon kebahagiaan. Ahli gizi Yaraseth del Castilo menyarankan untuk mengonsumsi 30-60 gram cokelat hitam yang mengandung 85% kakao setiap hari.

Dengan menerapkan lima kebiasaan sederhana ini, diharapkan kadar kortisol dapat tetap stabil, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin timbul. KOMPAS.com berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan terpercaya, serta mendukung keberlanjutan jurnalisme yang berkualitas.

Artikel Terkait