KRI Sriwijaya-100 tidak akan melaksanakan debutnya dalam sailing pass di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026. Momen tersebut seharusnya menjadi penampilan pertama kapal ini di hadapan publik setelah resmi menjadi bagian dari armada Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa keputusan untuk membatalkan penampilan tersebut diambil dalam sebuah acara di Dermaga 106-107 Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (24/9/2026). Ia menjelaskan bahwa pembatalan ini disebabkan oleh perayaan HUT ke-81 TNI yang akan dilaksanakan dengan cara yang lebih sederhana dan efisien.
Menunggu Perintah untuk Misi Pertama
Ali juga menambahkan bahwa TNI AL masih menunggu instruksi untuk misi pertama KRI Sriwijaya-100, sejalan dengan kebutuhan retrofit kapal induk tersebut. “Kita tunggu perintah. Kalau ada perintah, kita siap,” jelasnya.
Perubahan Lokasi Peringatan HUT TNI
Seiring dengan pembatalan sailing pass, puncak peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 juga tidak akan dilaksanakan di Monumen Nasional, Jakarta. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengungkapkan bahwa peringatan tersebut akan dilangsungkan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan cara yang sederhana.
Nas menjelaskan bahwa perubahan lokasi ini disebabkan oleh banyaknya prajurit TNI yang sedang bertugas menangani bencana. “Karena banyak prajurit yang sedang melaksanakan penugasan penanganan bencana, namun tetap mengutamakan kekhidmatan dan makna dari peringatan,” ujarnya.
Sebelumnya, KRI Sriwijaya-100 direncanakan untuk berpartisipasi dalam naval parade atau sailing pass di perairan Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, yang diadakan sehari sebelum puncak peringatan di Monas, Jakarta Pusat. “Terkait dengan sailing pass yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI di perairan Teluk Jakarta, Kapal Garibaldi akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut,” kata Kadispenal Laksma Tunggul saat dikonfirmasi sebelumnya.
Berdasarkan siaran pers Puspen TNI, sebanyak 102 kapal perang Republik Indonesia telah disiapkan untuk mengikuti naval parade di perairan Teluk Jakarta. Selain itu, pesawat TNI juga akan melaksanakan fly pass pada kesempatan tersebut. “Kegiatan yang direncanakan dipimpin Presiden RI tersebut akan menampilkan sailing pass, fly pass serta demonstrasi pasukan khusus dan alutsista baru,” ungkap Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas.
Puncak HUT ke-81 TNI akan digelar di Monas pada 5 Oktober 2026.