Edukasi

Inovasi Mahasiswa UGM: Stiker Pintar Berbasis Kulit Buah Naga untuk Menilai Kualitas Daging Ayam

Rabu, 15 April 2026, 22:30 WIB 5 views 2 menit baca
Inovasi Mahasiswa UGM: Stiker Pintar Berbasis Kulit Buah Naga untuk Menilai Kualitas Daging Ayam
Sumber gambar: zcampus.indozone.id
Bagikan:

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah inovasi canggih berupa stiker pintar yang terbuat dari kulit buah naga, yang dirancang khusus untuk mendeteksi kualitas daging ayam. Penemuan ini tidak hanya menjanjikan solusi praktis dalam sektor pangan, namun juga berpotensi mengurangi pemborosan dan meningkatkan keamanan konsumsi makanan.

Stiker pintar ini memanfaatkan ekstrak dari kulit buah naga yang dikenal memiliki sifat antimikroba. Dengan menggunakan teknologi yang diintegrasikan dalam stiker, alat ini dapat memberikan indikasi awal tentang kesegaran daging ayam. Menurut salah satu pengembang, mahasiswa UGM, "Stiker ini dapat memberi tahu konsumen tentang kondisi daging ayam secara real-time, sehingga mereka dapat menghindari membeli produk yang sudah tidak layak konsumsi."

Inovasi ini lahir dari keresahan akan tingginya angka pembelian daging ayam yang terkontaminasi atau tidak segar. Penelitian menunjukkan bahwa banyak konsumen tidak mengetahui cara yang tepat untuk memeriksa kualitas daging sebelum membeli. "Dengan adanya stiker pintar ini, kami berharap konsumen dapat lebih mudah dalam menentukan pilihan mereka dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan," ungkap pengembang lainnya.

Proses pembuatan stiker ini melibatkan pengolahan kulit buah naga yang sebelumnya dianggap limbah, menjadi produk yang bernilai tinggi. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini menjelaskan, "Kami ingin menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus ramah lingkungan." Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi limbah makanan serta mempromosikan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Stiker pintar ini juga dapat digunakan di berbagai tempat, seperti pasar tradisional, supermarket, hingga restoran. Dengan menerapkan stiker ini, pihak penjual dapat memberikan informasi yang lebih transparan kepada konsumen mengenai kualitas produk yang mereka tawarkan. "Jika stiker menunjukkan tanda bahwa daging ayam tidak segar, penjual dapat segera mengambil tindakan untuk menjaga kepercayaan konsumen," tambahnya.

Ke depannya, tim pengembang berencana untuk melakukan pengujian lebih lanjut agar stiker ini dapat dihasilkan secara massal. Mereka juga berupaya untuk menjalin kerjasama dengan industri makanan untuk memperluas distribusi stiker pintar ini. "Kami optimis bahwa inovasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan melalui keamanan pangan," tutup salah satu anggota tim.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan inisiatif para mahasiswa UGM ini dapat menjadi contoh bagi inovasi lainnya di bidang teknologi pangan serta memberikan solusi praktis yang mengedepankan kesejahteraan konsumen dan pengurangan limbah.

Tags: Belum ada tag pada artikel ini
K

Penulis

Kartika Sari Dewi

Penulis di Filter Berita

Berita Terkait